About Me
- Indra Satrio
- Hanya seorang Abdullah
My Friends
Selasa, 15 Juli 2008, pukul 12:12 AM
Alhamdulillah, selesai juga menyusun proposalnya.
Pagi ini, aku hanya ingin mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadaku.
Amin.
...
Begitulah, isi SMS dari sahabatku semalam, Ivan.
Sekilas tentang Ivan.
Ivan mempunyai nama asli, yaitu Mahdivan Syafwan. Beliau ku kenal sewaktu di bangku kuliah di Matematika ITB. Beliau adalah seorang Ikhwan yang dikaruniakan oleh Allah, kecerdasan diatas rata-rata. Sehingga, tidaklah aneh jika beliau datang ke Jakarta ini, untuk pelatihan tes IELTS untuk melanjutkan kuliah ke Inggris, Insya Allah September 2009. Jadi ingat perkataan seorang teman, "Ivan itu harganya mahal, apalagi kalau sampai-sampai CumLaude". Maklum, tradisi Minang seperti itu.
Saat ini, beliau sedang berbahagia, bahagia karena sedang menanti hari pernikahannya yang Insya Allah akan dilaksanakan tanggal 1-3 Agustus 2008. Yang istimewa adalah, Ivan menikah dengan sesama Matematika 2001 ITB. Seorang akhwat yang bernama Maya Sari Saeful. Duch..para lelaki pada cemburu nich, mengingat, dahulu para lelaki mendirikan Klub MFC (Maya Fans Club)..he3x..
...
Akhirnya, saya membalas SMS-nya,
"Wasw. Iya, makasih kembali yach. Mohon maaf jika ada yang salah juga. Ditunggu undangannya, tapi belum tau, bisa hadir atau tidak. salam buat Maya yach.."
Bingung, mau nulis apa, saking banyaknya yang mau di tulis di blogger ini..
Bingung, mau ngerjain apa dulu, saking banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor.
Karena bingung, jadi males untuk mengerjakan sesuatu nich..pengen pulang, trus tidur, melupakan semua kebingungan.
nb: mulai nulis lagi, besok ajah dech..
Terpujilah Allah Yang Maha Pemberi Rezeki.
Hari Sabtu, ketika di Pameran Buku di Istora Senayan, secara tiba-tiba Ivan, membayar semua makanan yang kita makan. Wahh..senangnya.
Hari Minggu, pertama kali keikutsertaanku dalam tim Sehati, aku mendapatkan makan siang gratis, berupa nasi padang plus ayam bakar. Duch nikmatnya.
Hari Senin, rekan kantorku, mas mahmur, tiba-tiba menawarkan semur kambing kepadaku. Wah, langsung kujawab, dengan senang hati.
Hari Selasa, rekan kerjaku, helen, mentraktir makan siang, makan mie ayam. Hmm..dan, malamnya, teman kuliahku, vina, membelikan sate untukku..hi3x..
Hari Rabu kemarin, teman kuliahku, mega, mentraktir makan di Plasa Semanggi di Solaris. Aku pesan steak ayam, lalu..apa lagi yach..lupa. Tapi, enak kok..alhamdulillah.
Sekarang..semoga ada yang mentraktirku lagi..he3x..
semoga yang memberikan traktiran, dimudahkan segala urusannya oleh Allah dan dimudahkan jodohnya bagi yang merindukannya. amin.
“kamu katanya mau nikah? Lalu apa usaha kamu Dra?”. Tanya seorang sahabatku di suatu hari.
“Hmm..hanya berharap pada Allah”.
“lalu bagaimana ikhtiarnya?”. Tanyanya lagi.
…
Justru itulah ikhtiarku, berharap pada Allah agar menggerakkan hati kamu atau hamba Allah lainnya sebagai jalan pertemuan dengan jodoh aku
Sudah beberapa kali aku menjalani proses ta’aruf melalui sahabatku yang satu ini.
Banyak hikmah yang bisa aku dapatkan dari ini. Aku mulai berpasrah pada Allah, bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagiku.
Allah, begitu senang ketika ada hamba Nya yang bertaubat untuk kembali kepada-Nya. Begitupula denganku, rasanya ingin sekali menjadi qawwam bagi dia, untuk bersama-sama berjuang menjadi kekasih Allah.
Tapi, rasanya seperti punguk merindukan bulan dech..he3x..
Tapi, bukankah tiada yang tidak mungkin bagi Allah Yang Maha Perkasa? Entahlah, biarlah Allah yang mengatur segalanya, Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik Bagi Hamba-Nya.
Sabtu, 5 Juli 2008
Istora Senayan
Amin.
"Mas Indra, mas di panggil ke atas untuk bertemu Kang Rico". Bisik temanku saat Kajian Hadist di Masjid Daarut Tauhid Jakarta, Rabu malam.
"Mau ngapain saya dipanggil?". Tanyaku
"Udah keatas saja, nanti juga tahu".
...
Aku langsung menuju keatas mesjid DT Jakarta untuk menemui Kang Rico. Ku ketuk pintu ruang rapat,
"Assalammu'alaikum".
"Wa'alaikumsalam, silakan masuk Dra, ayo duduk". Jawab Kang Rico, sambil mempersilakan untukku duduk di kursi yang telah disediakan.
Aku begitu heran, ternyata disana bukan hanya Kang Rico saja. Ada Kang Arief, Kang Iwan, Kang Reno dan Kang..(aduh lupa euy).
Jadi nervous..mencoba menghilangkan nervous, tapi ga bisa..
"Begini Dra, terkait dengan perihal keanggotaan tim Sehati, kita adakan test untuk kamu. Kita mau interview kamu dan mencoba untuk test baca al-Quraan. Gimana? bisa kan?". Tanya Kang Rico kepadaku saat aku masih belum bisa menghilangkan nervous.
"I..iya, Insya Allah bisa". Jawabku singkat.
...
Alhamdulillah selesai juga di tes nya.
Pikirku sambil menuju ruang kajian kembali. Setelah beberapa lama aku duduk, Kang Rico datang dan duduk di belakangku, sebari membisiki ku,
"Setelah kita diskusi, intinya kamu diterima jadi Tim Sehati. Tugas kamu pertama, diharapkan kamu hadir hari minggu nanti, jam 7 pagi, dengan pakaian putih-putih dari atas ke bawah."
"Eh-h..Iyah, Insya Allah bisa Kang, makasih Kang." Sahutku gugup.
Setelah pernyataan itu, aku berpikir, apakah aku ini pantas untuk menjadi pengurus Sehati. Duch jadi malu, jika melihat diri ini, yang tidak seberapa dibandingkan dengan Tim Sehati lainnya.
Namun, disisi lain, aku bersyukur, karena dapat menjadi bagian dari Tim Sehati. Dengan bergabung menjadi Tim, aku bisa lebih banyak menanam kebaikan untuk di tuai di akhirat kelak.
Alhamdulillah, akhirnya aku menjadi bagian dari Daarut Tauhid Jakarta. Terimakasih Ya Allah.
nb: Ingin tahu tentang Majelis Sehati, silakan kunjungi web nya di http://majelissehati.blogspot.com/
"Mbak sudah, semuanya berapa?". Tanyaku kepada penjual warung nasi tegal.
"Pakai apa aja mas?".
"Hmm..pakai ayam, trus sama tahu ajah". Jawabku, sambil berpikir bahwa paling tidak harganya 6-7 ribu.
"Sepuluh ribu mas".
weleh, mahal amat, masa cuma makan sederhana seperti itu sepuluh ribu. Padahal, kemarin sewaktu di Bandung, aku makan nasi timbel, lengkap dengan lalapan, dan daging, harganya cuma 6000 ajah. (geleng-geleng)
...
Itulah kali pertama aku makan bersama daging ayam di WarTeg. Hanya penasaran saja dengan ayam yang dilumuri oleh bumbu yang berwarna kehitaman.
Hmm..kayaknya enak tuch. Nyobain ahh..
Begitulah pikirku ketika memilih menu makanan, disebuah WarTeg di daerah Santa, Jakarta Selatan. Dimana sebelumnya, menu ku tidak berubah-berubah dari Tongkol, Sayur asem, sayur tahu, sayur tempe, atau bacem dan telor dadar.
Tapi, begitu aku mengetahui bahwa harganya Sepuluh Ribu, wah..aku akan pikir-pikir lagi dech untuk makan di WarTeg pakai Ayam lagi. Mengingat Budget ku untuk makanan per harinya harus kurang dari Sepuluh Ribu.
Lho, memang bisa gitu?
Bisa saja..begini, di kontrakanku, alhamdulillah ada Rice Cooker, jadi tinggal beli lauknya saja jika ingin makan. Biasanya untuk satu porsi, dengan membeli tongkol dan sayur tahu, cukup dengan 4 ribu saja. Atau, udang dengan tempe bacem, cukup dengan 3 ribu rupiah, jadi, makan dalam sehari bisa 3 kali, dengan menu yang bervariasi, dengan pengeluaran 10 Ribu rupiah. Cukup pintar kan..dimana harga BBM semakin naik, pemikiran dalam mengelola dana pun harus semakin pintar.
Lalu, bagaimana dengan pengelolaan dana teman-teman sekalian?
"Astri, nanti tempat kamu disitu. Untuk sementara komputernya tidak ada dulu yach. Ini rekan kamu, Indra dibagian riset juga. Indra, Astri ini atasan kamu di riset yach."
...
Begitulah, perkenalan singkat aku dengan atasan baruku dibagian riset ini. Duch senangnya mempunyai seorang atasan yang muslimah, lengkap dengan jilbabnya yang lebar.
Kami saling bercerita singkat tentang background masing-masing. Kuketahui, beliau sebelum ke Perusahaan baru ini, merupakan researcher di Universitas Indonesia. Beliau merupakan lulusan UI angkatan 1997. Dan, alhamdulillah, beliau sudah menikah..ckckck..
Mudah-mudahan aku bakalan betah untuk menjadi bagian dari keluarga Perusahaan KanalOne. Terlebih direktur-direkturku lucu-lucu semua..hi3x..
Ya Allah, terimakasih atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Berikanlah kepadaku kemudahan dalam beribadah dan bekerja di PT. KanalOne ini.